Selasa, 16 Juli 2013

BERDOA DENGAN ASMAUL HUSNA



Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Washalaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil anbiyaai wal mursaliin. Nabiyyinaa Muhammadin shallaallahu ‘alaihi wasallama. Wa ‘alaa aalihi wa azwaajihii wa dzurriyyatihii wa ash-haabihii wa ummatihii ilaa yamuddiin. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ammaa ba’du.

Saudaraku…
Allah SWT berfirman, "Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaaul Husna itu." (QS. Al-A'raf: 180). Namun maksudnya bukan kita disuruh berdoa dengan menyebut semua nama ini secara keseluruhan. Karena Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah berdoa kepada Allah dengan Asmaul Husna tanpa menyebutnya secara keseluruhan. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Cara berdoa dengan Asmaul Husna ada dua macam:

Pertama, menyebutnya sebelum menyebutkan permohonan sebagai tawassul (menjadikannya penghantar atau sarana ) kepada Allah, seperti:

"‘Wahai Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan sendiri-Nya, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan. . ."

"Ya Allah, Wahai Dzat Mahapengampun ampunilah aku, Wahai Dzat Maha Penyayang rahmatilah aku." Dan semisalnya.

Kedua, menyebutnya di penghujung doa sebagai penutupnya. Misalnya: "Ya Allah anugerahkan kepada kami rizki yang halal dan cukup, sesungguhnya engkah Adalah al-Razzaq (pemberi rizki)."

"Ya Allah, ampuni dan rahmati aku, sesungguhnya Engkau Al-Ghafurur Rahim (Mahapengampun lagi Mahapenyayang)."

Contoh lainnya seperti firman Allah:

"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (QS. Ali Imran:

Contoh lainnya dari hadits adalah doa yang diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada Abu Bakar al-Shiddiq:

"Ya Allah, Sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang banyak. Tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu dan rahmati aku. Sesungguhnya Engkau Dzat Maha pengampun lagi Penyayang." (Muttafaq 'Alaih)

Bertawassul dengan nama Allah dalam doa bisa dalam bentuk umum atau bentuk khusus yang sesuai isi permintaan –seperti disebutkan dalam contoh di atas-. Bentuk umum, maksudnya dengan menyebut nama Allah secara umum, contohnya:
ا

"Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Hukum-Mu berlaku pada diriku. Ketetapan-Mu adil atas diriku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan pelipur kesedihanku serta pelenyap bagi kegelisahanku." (HR. Ahmad dan lainnya)

Dalam doa di atas seseorang berdoa dengan menyebut nama Allah secara umum,
“Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namakan diri-Mu dengannya), tanpa menyebutkan rinciannya. Wallahu ta'ala A'lam

Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Washalaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil anbiyaai wal mursaliin. Nabiyyinaa Muhammadin shallaallahu ‘alaihi wasallama. Wa ‘alaa aalihi wa azwaajihii wa dzurriyyatihii wa ash-haabihii wa ummatihii ilaa yamuddiin. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.


Kamis, 11 Juli 2013

ADUKAN HANYA PADA-NYA



Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Washalaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil anbiyaai wal mursaliin. Nabiyyinaa Muhammadin shallaallahu ‘alaihi wasallama. Wa ‘alaa aalihi wa azwaajihii wa dzurriyyatihii wa ash-haabihii wa ummatihii ilaa yamuddiin. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ammaa ba’du.

Saudaraku…
Mengapa manusia tidak belajar banyak dari pengalaman pahit orang lain. Bahwa ketika ia mengeluh kepada sesamanya, kehinaan yang kemudian ia dapat kelak.

Siapa manusia yang tidak punya sahabat? Siapa manusia yang tidak punya kawan? Hampir rata-rata punya. Kesedihan dan kesepianlah yang ada bila seseorang hidup sendirian tanpa ada yang menemani. Tapi bila sahabat yang kita jadikan sahabat, kawan yang kita jadikan kawan, kemudian kelak ada perselisihan sedikit saja dengan kita, maka rahasia barat dan timur segera terbuka. Itu hanya akan terjadi bila kita sering mengadukan masalah kita kepada dia, dan sering mengeluhkesahkan kesusahan kepadanya. Sebab hal ini ternyata menjadi bumerang buat diri kita sendiri.

Memang salah satu sifat manusia adalah “gatel”. Bukan gatel pengen digaruk, tapi gatel untuk berkeluh kesah. Kerjaannya banyak mengeluh. Tidak laki-laki tidak perempuan. Dua-duanya senang mengadukan kesulitan hidupnya pada orang lain. Andai kita tahu bahayanya, tentu kita akan sedikit mengerem kegatelan kita ini. Apalagi mestinya kita tahu, bahwa seberapapun hebatnya kita mengeluh, yang menakdirkan bisa menolong hanyalah kehendak Allah. Bukan sahabat kita, bukan saudara kita.

Dalam hal ini Rasul pernah memberi tahu, bahwa seharusnya kita ridha akan apa yang menimpa kita, akan apa yang terjadi pada kehidupan kita. Supaya mutiara kesulitan kita bisa dapatkan seiring dengan kesabaran kita menerimanya sebagai sebuah ketetapan Allah. Tapi yang terjadi, kita kehilangan sesuatu, lalu kita mengeluhkannya. Maka kita menjadi rugi dua kali. Pertama rugi sebab kehilangan barang yang boleh jadi kita cintai, yang kedua, rugi sebab kita tidak dapatkan penggantinya sebab kita tidak ridho [dilihat dari mengeluhnya]. Oleh karenanya kata Rasul, musibah itu satu kesusahan, tapi bila mengeluh menjadikan dua kesusahan.

Di lain kesempatan Rasul menegaskan, “barangsiapa yang bangun di pagi hari lantas mengadukan kesulitan hidupnya kepada orang lain, maka seolah-olah dia mengadukan Tuhannya [tidak rela akan takdir-Nya]. Dan barangsiapa bangun di pagi hari dalam keadaan sedih karena urusan duniawi, maka di pagi itu dia telah membenci Allah.”

“Sesungguhnya manusia itu diciptakan berkeluh kesah. Jika diberi keburukan dia mengeluh, tapi bila diberi kebaikan dia menjadi pelit. Kecuali mereka yang shalat dan menjaga shalatnya.” (al Ma’arij: 19-23).

Pada suatu hari Rasul bertanya kepada para sahabatnya, perlukah aku mengajarkan kepada kamu semua, wahai sahabatku, doanya Musa ‘alaihissalam ketika melewati lautan bersama Bani Israil? Jawab sahabat, perlu ya Rasul? Kalau begitu bacalah ini, kata Rasul:
Allâhumma lakal hamdu wa ilaikal musytakâ wa antal musta’ân wa lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘adzhîem.

Ya Allah, bagi-Mu segala puji-pujian. Kepada Engkaulah aku mengadu, dan hanya Engkau yang bisa memberi pertolongan, serta tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Ya sudahlah, kita punya Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Menjaga segala rahasia. Mulai sekarang, jadikan Allah sebagai satu-satunya mitra berkeluh kesah dan sekaligus memohon pertolongan-Nya.

Ada Yang Maha Mendengar, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang tuli, yaitu manusia. Ada Yang Maha Membantu, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang buta, yaitu manusia. Ada Yang Maha Membantu, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang diam, yaitu manusia. Ada Yang Maha Berkuasa, yaitu Engkau, tapi kami mencari yang lemah dan tak bisa berbuat apa-apa, yaitu manusia.

Bisa apa manusia yang lain? Bisanya hanya berdiri di kepentingan dirinya sendiri – kebanyakan. Bisa apa manusia yang lain? Bisanya hanya diam tak bisa membantu – kebanyakan. Bisa apa manusia yang lain? Bisanya hanya balik menghina dan menertawakan – kebanyakan.

Maafkan kami ya Allah, maafkan…

Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Washalaatu wassalaamu ‘alaa asyrafil anbiyaai wal mursaliin. Nabiyyinaa Muhammadin shallaallahu ‘alaihi wasallama. Wa ‘alaa aalihi wa azwaajihii wa dzurriyyatihii wa ash-haabihii wa ummatihii ilaa yamuddiin. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Selasa, 02 Juli 2013

DOA KE-11



Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim  salaaman taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tughdho bihil hawaaiju wa tunaalu bihirragoibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luimillaka.

Ya Allah, jauhkanlah kami dari perbuatan-perbuatan syirik; baik yang kami ketahui maupun yang tidak kami ketahui. Betapapun besarnya dosa kami, Engkau tetap Allah, Tuhan yang Maha Pengampun. Ya Rabb, jauhkanlah kami dari orang-orang yang mempersekutukan-Mu.

Ya Allah, insya Allah, bila Engkau berkenan, kami tidak berhenti berharap kepada-Mu. Engkaulah Allah, Tuhan kami yang tidak pernah menutup pintu harapan. Engkau jugalah ya Allah, ujung segala harapan. Terima kasih ya Rabb…

Ya Allah, berikanlah rahmat dalam kehidupan kami melalui pengajaran dan pemahaman Firman-Mu. Al-Qur’an. Jadikanlah ia pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami. Ya Allah, ingatkan kami di kala kami lupa, ajarakan kami di ketidaktahuan kami. Berikanlah kami rezeki dengan sebab membaca, mempelajari dan menjaganya melalui pengamalan, siang dan malam. Dan jadikanlah ia sebagai dalil, wahai Zat Yang Maha Menguasai Alam Semesta.

Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim  salaaman taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tughdho bihil hawaaiju wa tunaalu bihirragoibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luimillaka.


Tulisan ini dikutip dari buku MENCARI TUHAN YANG HILANG
yang ditulis Ustadz Yusuf Mansur.







Kamis, 27 Juni 2013

DOA KE-10



Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim  salaaman taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tughdho bihil hawaaiju wa tunaalu bihirragoibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luimillaka.

Ya Allah, Engkau Yang Maha Memilki Catatan Kehidupan. Hamba akui semua dosa hamba, hamba akui semua kesalahan hamba. Bila hamba persandingkan dengan kebaikan dan amal saleh, niscaya tidaklah berarti kebaikan dan amal saleh hamba dibandingkan dengan dosa dan kesalahan hamba.

Ya Allah, jangan bentangkan catatan buruk kehidupan buruk hamba, apalagi kemudian hamba menjadi terhukum sebabnya. Hapuskanlah catatan keburukan hamba, juga hapuslah akibat buruk perbuatan buruk hamba, di dunia ini dan juga di akhirat.

Ya Allah, buatlah syahadat hamba membumi, supaya hamba memperoleh kesenangan dan keselamatan dunia akhirat. Maafkan bila kehidupan hamba masih jauh dari kemurnian syahadat, dan masih bercampur dengan kemusyrikan dan kemaksiatan.

Ya Allah, satu hal yang amat hamba kehendaki, hadirlah ya Allah di tengah usaha hamba memperbaiki diri hamba. Karena tidak ada perubahan tanpa perbaikan, dan tidak ada perbaikan tanpa kehendak dan ridha-Mu. Amiin.

Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wa sallim  salaaman taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tughdho bihil hawaaiju wa tunaalu bihirragoibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luimillaka.


INCOME SYARIAH HALAL DAN BAROKAH
Assalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuhu.

Hi Netter, Anda mau mempunyai income pasif yang HALAL dan BERKAH juga dapat pulsa gratis!!! Isya Allah, sambil BERSEDEKAH dan BERINFAQ melalui facebook dan twitter Anda. Mari bergabung di sini!!!! INCOME-SYARIAH menuju kesuksesan dunia adan akhirat.

Jika Anda tertarik dengan informasi ini atau ingin bergabung bersama kami, silahkan klik link ini :


Wassalamu alaikum warahmatullahi wa barakatuhu.