Selasa, 18 Juni 2013

MENGGALI MAKNA ISLAM bagian 3



Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaaman tamman ‘ala sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqadu watanfariju bihil kurabu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihirraghaa-ibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulii lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luumillak. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ammaa ba’du.

Saudaraku…
Selain memiliki keistimewaan yang luar biasa, Islam juga memiliki keutamaan. Al-Qur’an merangkum keutamaan-keutamaan tersebut dalam lima hal. Keutamaan yang pertama, Islam merupakan agama yang diterima di sisi Allah. Ini mengandung pengertian bahwa Islam adalah agama kebenaran yang datang dari Allah. Segala sesuatu yang melekat kepada-Nya adalah haq, termasuk syariat-syariat yang menyertainya. Sebagian saudara kita yang juga bersyahadat kepada Allah dan Rasul-Nya berusaha mengkritisi agama ini menurut akal dan pikiran mereka. Sebagian ada yang kembali kepada kebenaran Islam, tetapi tidak sedikit pula yang keluar dari agama ini dengan penuh kesombongan. Mereka itulah orang-orang yang selalu membanggakan logika pikiran di atas segalanya. Andai mereka tahu, kecerdasan mereka tidak ada satu tetes dari pengetahuan Allah yang sangat luas.

Anda harus memegang dengan teguh keyakinan Anda tentang kebenaran Islam. Sesuatu yang datang dari Allah pastilah sebuah kebenaran yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Apabila Anda hendak mencari kesenangan-Nya maka tetapkanlah diri Anda dalam kebenaran-Nya. Karena apabila Anda lalai dengan Islam, maka Anda lalai dengan Allah. Dan jika Anda lalai dengan Allah, maka Anda lalai dengan kesenangan yang Anda harapkan. Tanamkanlah dalam diri Anda bahwa Islam adalah anugerah terindah yang pernah Anda miliki. Mendekatlah kepada Allah dengan merapatkan diri Anda kepada agama yang diterima di sisi-Nya.

Keutamaan Islam yang kedua adalah bahwa Islam merupakan agama yang paling sempurna. Kesempurnaan itu tampak pada keseluruhan syariat-syariat yang mengikutinya. Mulai dari mengucapkan kalimat syahadat, menegakkan shalat, mengerjakan puasa, menunaikan zakat hingga melakukan ibadah haji, Islam tidak pernah kehilangan kebaikan-kebaikannya. Islam memberikan kemudahan, kelengkapan dan kesempurnaan untuk menjalani hidup ini dengan indah. Perhatikanlah betapa mudahnya seseorang memasuki Islam, tidak ada paksaan sama sekali. Ia hanya cukup mengucapkan kalimat syahadat kepada Allah SWT dan rosul-Nya lalu memenuhi janjinya tersebut. Dalam hal peribadatan pun seseorang hanya diminta berbuat baik kepada sesamanya dan Tuhannya dalam porsi yang sama. Ini berarti pula Islam menempatkan kepentingan dunia dan akhirat dalam porsi seimbang. Agama ini memandang dunia sebagai kendaraan untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Dengan demikian apabila semakin baik perlakuan kita kepada dunia, maka semakin baik pula pertemuan kita di akhirat.

Islam juga sangat mendetail mengatur kehidupan manusia, dimulai ketika ia berada dalam kandungan hingga berada di liang kubur. Setiap detail-detail tersebut mengantarkan manusia itu sendiri untuk mengingat dan mengenal Allah. Syariat Allah tentang kelahiran menunjukkan bahwa setiap permulaan harus dimulai dengan kebaikan, dan kebaikan itu berada dalam genggaman-Nya. Karenanya manusia harus memohon kebaikan-kebaikan kepada-Nya. Syariat tentang kehidupan menunjukkan bahwa setiap kehidupan membutuhkan usaha-usaha yang keras untuk mencapai kesenangan yang dijanjikan-Nya. Dan Islam mengajarkan bahwa usaha-usaha keras tersebut harus melibatkan ridha Allah dengan seutuhnya. Karena jika kita meninggalkan Allah ketika mengejar dunia, maka kesenangan yang dicapai tidak membuahkan kegembiraan yang lama. Sedangkan syariat Allah tentang kematian menunjukkan bahwa kehidupan ini tidak ada yang abadi, kapanpun setiap makhluk-Nya akan menemui maut dalam keadaan yang tidak diketahuinya. Dan Islam selalu mengingatkan kita untuk menyiapkan bekal yang cukup ketika menemui-Nya.

Apabila Allah SWT dengan kebesaran-Nya telah menyatakan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, maka pantaskah bagi kita untuk meragukannya lagi? Pada akhirnya, yang harus dipertanyakan kembali bukanlah apakah Islam itu benar-benar sempurna atau tidak, tetapi sudahkah kita menampakkan kebesaran dan kesempurnaan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Karena Islam hanya akan terlihat sempurna ketika kesempurnaannya juga membumi pada setiap pemeluknya, tidak hanya sekedar keindahan tektual dalam Al-Qur’an, sunnah Rasulullah Saw. dan tulisan-tulisan para pemikir muslim.

Keutamaan Islam yang ketiga adalah bahwa Islam merupakan agama para Nabi. Fakta bahwa Islam adalah agama para nabi sebagaimana yang diungkapkan dalam Al-Qur’an, menunjukkan bahwa ia adalah agama kebenaran yang tidak pernah usang. Walaupun kitab sucinya mengalami pergantian berkali-kali pada setiap masanya, tetapi inti dari agama ini tidak pernah mengalami perubahan. Yaitu mengesakan Allah di atas segalanya dan mengakui Muhammad sebagai utusan-Nya. Penciptaan Muhammad sebagai utusan Allah yang terakhir adalah bagian dari rencana besar-Nya. Pada setiap kitab suci Allah sebelum masa kenabian Rasulullah Saw, baik Zabur, Taurat maupun Injil, selalu disebutkan tentang kehadiran seorang manusia bernama Muhammad yang kelak akan menjadi penutup para nabi. Lalu pada masa kenabian Muhammad Saw. inilah Allah menyempurnakan Islam pada bentuknya yang paling baik.

Kenyataan ini seharusnya membuat setiap muslim berbangga hati menjadi generasi Islam pada era sekarang. Islam pada era Rasulullah Saw memberikan banyak sekali kemudahan dan keringanan dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya. Islam juga memberikan jalan keluar terbaik bagi setiap masalah-masalah Anda. Maka bersyukurlah kepada Allah dengan menjaga agama ini sebaik-baiknya. 

Keutamaan Islam yang keempat adalah bahwa Islam merupakan agama fitrah. Ketetapan Allah yang menyatakan tentang kebenaran Islam selayaknya dapat dipahami dengan baik. Allah adalah Dzat yang Maha Benar Perkataan-Nya, maka setiap ketetapan dan keputusan-Nya pun  adalah haq, sama sekali tidak ada keraguan padanya. Islam adalah agama fitrah yang ditetapkan Allah sebagai jalan lurus yang haq bagi manusia seluruhnya. Sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk menyangkal kebenaran yang dibawa oleh utusan-utusan-Nya dari masa ke masa. Ketika manusia berpegang kepada Islam maka ia berada dalam jaminan-jaminan Allah. Ketahuilah, Allah Yang Maha Kuasa telah menjamin untuk melindungi, menjaga dan memelihara hamba-hamba-Nya yang menjaga agamanya dengan baik. Mereka tidak akan ditimpa kesusahan atau merasa kesusahan terhadap beban hidup yang menghimpitnya, sementara orang yang jauh dari Islam akan melihat dirinya sebagai orang hina yang dijauhi dunia. Begitulah Allah telah meninggikan agama ini sebagai petunjuk yang lurus bagi hamba-hamba-Nya.

Keutamaan Islam yang kelima adalah bahwa Islam merupakan agama yang penuh toleransi. Di bawah ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang kekuatan toleransi dalam Islam, yaitu :
§ “Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada  suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.” (QS. Al-Mukminun:62)
§ “Allah hendak memberikan  keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.“ (QS. An-Nisa:28)
§ “Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).“  (QS Al-An’am :119)

Ayat-ayat Al-Qur’an sebagaimana di atas menunjukkan bahwa Islam memberikan toleransi yang sangat kuat dan luas kepada hamba-hamba-Nya untuk memenuhi syariat-syariat Islam. Hal ini semakin membenarkan bahwa Islam memang agama toleransi. Islam tidak menuntut setiap pemeluknya untuk melakukan peribadatan langsung sempurna, karena pada hakekatnya kesempurnaan hanya dapat dicapai melalui proses belajar  secara terus-menerus. Seorang mualaf yang sedang belajar tentang Islam dapat mendekati Allah dengan pengetahuan dan pemahaman yang ia miliki pada saat itu. Apabila ia tidak mampu mengerjakan shalat dan mengucapkan bacaan-bacaannya, cukup baginya mengikuti gerakan shalat saudaranya yang lain. Dan jika pengetahuannya tentang shalat bertambah, maka wajib baginya untuk memperbaiki shalatnya dengan lebih baik. Tetapi ketika pengetahuannya bertambah dan ia masih mengerjakan shalat seperti sebelum ia memperoleh pengetahuan tentangnya, maka berdosalah ia. Hal ini juga berlaku terhadap syariat-syariat Islam yang lainya. Dengan demikan, syariat Islam berjalan sesuai dengan pemahaman yang dimiliki setiap pemeluknya. Karena hal ini pula  Islam disebut sebagai agama toleransi.

Saudaraku…
Kualitas beragama seorang muslim berawal dari bagaimana dirinya memberikan yang penafsiran benar bagi agamanya. Seseorang yang banyak melakukan penyimpangan terhadap Islam, sudah dapat dipastikan bahwa ia keliru memberikan penafsiran bagi agamanya tersebut.

Apabila Anda bertemu dengan seorang muslim yang menjadi perampok, koruptor, pembunuh, atau pelaku kejahatan yang lainnya, apakah yang terpikir di benak Anda? Anda mungkin berpikir mereka menganggap remeh urusan agamanya atau Anda menganggap mereka telah mengalami kekalahan melawan syaitan yang terkutuk lalu dikendalikan olehnya. Semua pendapat tersebut mungkin saja benar, tapi yang juga harus diperhatikan adalah bahwa apapun yang kita perbuat itulah yang kita yakini. Sehingga apabila Anda terjerumus dalam perbuatan yang tidak disukai Allah SWT, mungkin Anda sudah memaknai perbuatan tersebut sebagai kelaziman.

Karena itu, berhati-hatilah memberikan penafsiran bagi agama Anda. Cukuplah bagi Anda mengikuti Allah SWT dan kekasih-Nya Muhammad Saw untuk mendapat makna yang sesungguhnya. Insya Allah Anda akan menemukan banyak kebaikan dan abaikanlah setiap ajakan yang mengajak Anda kepada makna baru yang datang dari syaitan yang terkutuk. Tetapkanlah diri Anda dalam jalur ini, dan memberikan warna-warna yang indah bagi Islam.

Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaaman tamman ‘ala sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqadu watanfariju bihil kurabu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihirraghaa-ibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulii lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luumillak. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.



Editing  by : http://souldiaryofislam.blogspot.com
 

Selasa, 11 Juni 2013

MENGGALI MAKNA ISLAM bagian 2


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaaman tamman ‘ala sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqadu watanfariju bihil kurabu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihirraghaa-ibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulii lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luumillak. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ammaa ba’du.

Saudaraku,…
Dengan demikian, apabila Anda menemukan saudara Anda meninggalkan Al-Quran dan Sunnah Nabi, mungkin ia telah keluar dari agama ini. Inilah makna yang sebenarnya dari berserah diri kepada Allah.

Pada bagian yang lain, Al-Quran mendefinisikan Islam dengan makna keselamatan. Pengertian ini terdapat dalam firman Allah SWT berikut ini :
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam keselamatan (Islam) secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turuti langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”  (QS. Al-Baqarah:208)

Apabila kita memperhatikan ayat ini, maka semakin jelas pula makna Islam yang sebenarnya. Berdasarkan ayat ini, Islam adalah jalan keselamatan yang sempurna bagi siapapun, baik itu orang muslim, nasrani, yahudi,  majusi maupun umat yang lainnya. Jalan keselamatan ini memiliki dua arah, yaitu bagi orang Islam sendiri maupun bagi pemeluk agama yang lainnya. Yang dimaksud jalan keselamatan bagi orang Islam adalah agama ini menunjukkan jalan yang benar bagi kebahagiaan dunia dan akhirat bagi Anda. Dengan berketetapan dengannya Anda akan memperoleh keselamatan dari ketidakjelasan dunia dan tipudaya syaitan yang berada di dalamnya.

Pada dasarnya kita semua telah mengetahui pengertian ini, tetapi kita sering sekali mengabaikannya. Akibatnya kita lebih banyak menghabiskan waktu berseteru dengan saudara kita yang memiliki keyakinan sama. Alasan yang digunakan pun macam-macam, bahkan terkadang tidak masuk akal. Dan tentu saja beban kita sebagai barisan terdepan kaum muslimin akan semakin berat, karena kekuatan yang tercerai berai tidak akan mampu menegakkan pilar-pilar Islam dengan baik.

Sedangkan yang dimaksud Islam sebagai keselamatan bagi pemeluk agama lain adalah bahwa agama ini menjamin kebebasan beragama bagi pemeluk agama yang berbeda, tentunya selama mereka juga tidak mengganggu kebebasan beragama kita. Karena itulah, maka agama ini disebut rahmat bagi alam semesta. Logikanya apabila Islam dipahami sebagaimana disebutkan di atas, maka tidak perlu adanya perpecahan yang tidak habis-habisnya antara umat beragama. Orang Islam tidak perlu menghabiskan tenaga untuk mengutuk saudaranya yang berbeda keyakinan, demikian juga sebaliknya.

Pada bagian selanjutnya, Allah SWT mengingatkan kita terhadap bujuk rayu syaitan yang terkutuk. Apabila Anda menempuh jalan ini, maka syaitan dan anak buahnya tidak akan membuat Anda berjalan dengan tenang. Ia akan mendatangi Anda dari sudut dan arah manapun. Dan ini tidak akan pernah berhenti hingga Anda mengingkari Islam. Tetapi, jika Anda mampu menepis bujuk rayunya, maka Allah SWT menjanjikan kebahagiaan yang besar bagi Anda. 

Sedangkan Rasulullah Muhammad Saw. mendefinisikan Islam dalam lima hal yang kemudian kita kenal dengan Rukun Islam, yaitu bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat, dan melaksanakan ibadah haji jika mampu. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Umar bin Khaththab ra berkata, “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah pada suatu hari tiba-tiba seseorang yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya, dan padanya tidak terlihat bekas perjalanan, juga tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya. Hingga orang tersebut duduk di depan Nabi Muhammad Saw dan selanjutnya ia menempelkan kedua lututnya kepada lutut Rasulullah dan meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua paha Rasulullah. Kemudian ia bertanya, ‘Muhammad, beritahukan kepadaku apa itu Islam?’ Rasulullah menjawab, ‘yaitu bersyahadat bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, memberikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah haji jika mampu’.... Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Umar, apakah engkau mengetahui siapa yang bertanya tadi.’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang agama kalian.’ ”  

Definisi ini merupakan tahapan-tahapan pembentukan Islam dalam setiap pribadi muslim. Tahapan pertama  adalah  bersyahadat kepada Allah dan rasul-Nya. Lalu pada tahap-tahap berikutnya setiap muslim dituntut menepati janji syahadatnya pada setiap anggota tubuh, yang ditampakkan melalui shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat dan mengerjakan haji jika mampu. Rukun Islam ini adalah sebuah kesatuan yang utuh, dimana satu dengan yang lainnya memiliki ikatan yang kuat. Apabila ikatan-ikatan tersebut renggang, maka semakin rapuh pula kekuatan agamanya. Dan kerapuhan itulah yang mengakibatkan seorang manusia mengalami kemunduran dalam agamanya.

Dengan demikian, jika salah satu dari Rukun Iman itu diabaikan atau disepelekan atau  sengaja ditinggalkan dengan alasan yang tidak bisa diterima syariat, maka tidak akan sempurna agamanya. Islam tidak akan tumbuh baik apabila salah satu pilarnya dirobohkan.

Bertawakkallah kepada Allah setelah berupaya sekuat tenaga mencapai cinta dan kasih sayang-Nya. Jangan tundukkan hati dan jiwa Anda kepada syaitan, dunia dan kesenangan-kesenangan yang menyertainya. Serahkan seluruh hasrat keduniaan Anda kepada ketetapan dan keputusan-Nya, karena hanya Allah sajalah yang mengetahui apa yang terbaik bagi Anda. Lalu tampakkanlah kesaksian Anda atas keesaan Allah dan kebenaran Muhammad Saw dalam shalat, puasa, zakat maupun ibadah haji yang Anda kerjakan dalam segenap hati dan jasad fisik Anda.

Saudaraku…
Semua pengertian Islam yang sudah disebutkan di atas pada dasarnya memberikan arahan yang jelas bagaimana menginterpretasikan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang sudah disinggung pada awal pembicaraan ini, penyimpangan terhadap ajaran Islam lebih dipengaruhi oleh lemahnya keseriusan kita kepada Allah. Dan hal ini lebih banyak dipicu oleh ketidakpahaman terhadap hakekat Islam. Yang harus kita lakukan setelah mengetahui makna agama ini adalah bersikap serius dalam beragama. Karena waktu terus berjalan, umur terus bertambah dan bumi pun sudah mulai tua, sementara kebaikan yang sudah kita kerjakan tidak dapat menjamin bahwa kita akan melakukan hal yang sama pada masa depan.

Selain harus mengetahui makna Islam, kita juga harus memahami keistimewaan dan keutamaan agama ini. Kedua hal ini mutlak diperlukan pada setiap pribadi muslim mengingat kesadaran terhadap keunggulan Islam dapat memicu kesenangan atau kenikmatan beribadah kepada Allah SWT. Tujuan akhirnya adalah tumbuhnya ketaatan yang kuat kepada syariat-syariat-Nya.

Allah SWT memberikan keistimewaan kepada Islam dalam empat hal yang membuatnya menjadi lebih baik daripada agama-agama yang tumbuh berkembang di bumi ini. Yang pertama, Islam tidak pernah memaksa seseorang untuk memasuki pintu-pintunya. Pintu-pintu Islam selalu terbuka lebar untuk siapapun, dimanapun, dan kapanpun Anda ingin memasukinya. Anda cukup bersyahadat kepada Allah SWT dan utusan-Nya Muhammad Saw. dan menepati Rukun Iman yang selanjutnya. Islam tidak pernah menuntut yang macam-macam kepada setiap pemeluknya. Karena Allah SWT sudah sangat gembira apabila hamba-hamba-Nya mencintai Islam dengan ketaatan yang terjaga. Dan setiap muslim juga tidak diperkenankan memaksakan Islam kepada saudara mereka yang berbeda keyakinan. Tetapi Allah memberi penekanan terhadap kewajiban setiap muslim untuk mewartakan kebenaran Islam kepada siapapun, kapanpun dan di manapun mereka berada, tentu saja dengan cinta dan kasih sayang yang berlimpah.

Contoh paling sederhana, seorang muslim cukup beribadah kepada Allah dengan benar, maka orang-orang yang berbeda keyakinan dengan kita juga akan menilai Islam dengan sudut pandang yang baik. Sedangkan tentang reaksi yang timbul terhadap Islam, maka biarkanlah itu menjadi urusan Allah. Allahlah yang Maha Berkehendak atas hamba-hamba-Nya di dunia ini. Dia berkuasa mutlak memberikan hidayah kepada siapapun yang Ia inginkan, tidak terkecuali kepada seorang Nasrani, Yahudi, Majusi atau pemeluk agama bumi lainnya. 

Setelah Allah memberi jaminan tentang kemudahan memasuki agama ini, yang harus kita lakukan selanjutnya adalah menegakkan pilar-pilarnya. Karena itu, bersikaplah yang layak untuk menegakkan Islam. Kalau Anda berjihad, maka berjihadlah dengan Al-Qur’an. Bukankah sebaik-baik jihad adalah  berjihad dengan Al-Qur’an? Agama ini adalah agama kebenaran, maka tampakkanlah dalam setiap amal perbuatan Anda. Ingatlah, apa yang Anda tanam hari ini itulah yang akan Anda panen esok hari.

Yang kedua, Islam tidak pernah membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Agama ini tidak menuntut pemeluknya untuk memberikan persembahan yang sempurna, sehingga menjadi beban bagi orang yang baru memeluk Islam. Islam hanya meminta agar setiap ketaatan yang dilakukan kepada Allah SWT dilakukan dengan ikhlas. Walaupun sedikit yang Anda persembahkan kepada Allah tetapi Anda lakukan dengan hati yang ikhlas, maka persembahan Anda di mata Allah akan memiliki nilai yang luar biasa. 

Apabila hari ini Anda mampu mengerjakan shalat lima waktu dengan baik, maka lakukanlah dengan kecintaan yang besar kepada Allah. Jangan takut shalat Anda tidak diterima Allah karena gerakan dan bacaan Anda yang tidak sempurna. Allah SWT lebih mengetahui apa yang tersimpan di hati Anda. Hati yang ikhlas untuk beribadah kepada Allah itu seperti berlian yang bernilai sangat mahal. Tetapi, hati yang berkecenderungan kepada makhluk saat menghadap Allah layaknya bebatuan keropos yang terkena korosi. Dan Allah tentunya lebih menyukai apabila hati setiap muslim itu layaknya sebuah berlian yang berkilau indah.

Kemurahan Allah yang menilai amaliah seseorang berdasarkan kesanggupannya sebenarnya memiliki hubungan erat dengan pemahamannya tentang Islam. Apabila semakin baik pengetahuan seorang muslim terhadap Islam, maka seharusnyalah semakin baik pula amalan ibadahnya. Sebaliknya, orang yang pemahamannya sedikit mengenai Islam tentu dapat dipahami apabila amaliahnya tidak sebaik dengan saudaranya yang lain. Allah juga tidak menyatakan seseorang bersalah hanya karena ketidakpahamannya tentang Islam. Tetapi ketidakmengertian ini juga tidak boleh menjadikan seseorang meremehkan kewajibannya kepada Allah SWT. Karena sekecil apapun kebaikan Anda tetap akan diperhitungkan oleh Allah, dan seremeh apapun perbuatan buruk Anda akan membuat jalan baru menuju ke neraka. 

Penting sekali untuk dipahami setiap muslim, bahwa tidak peduli banyaknya pemahaman tentang Islam yang kita miliki, tapi yang paling penting adalah seberapa banyak kita melakukan kebaikan dengan pemahaman-pemahaman itu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan walaupun hari ini Anda baru memeluk Islam.

Yang ketiga, Islam memberikan balasan yang adil terhadap perbuatan baik dan buruk. Setiap perbuatan baik maupun perbuatan buruk memiliki nilai di hadapan Allah, dan nilai-nilai tersebut sebagian akan ditampakkan di dunia dan sebagian yang lainnya akan ditangguhkan di akhirat. Tetapi, terkadang Allah Yang Maha Besar memberikan nilai perbuatan tersebut seluruhnya di akhirat. Karena itu, janganlah Anda heran kalau banyak orang yang berbuat baik  tidak memperoleh kesenangan dari kebaikannya. Dan jangan pula berprasangka buruk kepada Allah jika para koruptor dan pelaku kerusakan dibiarkan hidup dengan kemewahan dunia yang berlimpah. Allah akan memperhitungkan setiap kebaikan dan keburukan walaupun itu sebesar dzarrah.

Berita Al-Qur’an menyatakan bahwa setiap kebaikan yang dikerjakan oleh hamba-Nya akan dibalas dengan pahala senilai sepuluh kali lipat. Karena itu, tetapkanlah diri Anda untuk berbuat kebaikan dan mengajak saudara Anda yang lain melakukan hal yang sama. Allah akan memberi Anda pahala yang berlipat-lipat dan demikian juga dengan saudara Anda. Allah yang Maha Adil tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan baik Anda, kecuali jika perbuatan baik Anda bertujuan untuk berpengharapan kepada makhluk. Karena jika hal itu yang Anda inginkan, maka Anda tidak akan memperoleh kebaikan dari sisi-Nya. Yang tersisa hanya kebaikan dari makhluk yang Anda inginkan dan itu tidak akan berlangsung lama.

Yang juga luar biasa dari Islam adalah apabila Anda melakukan perbuatan jahat, maka balasan dari perbuatan Anda seimbang dengan perbuatan jahat Anda. Islam tidak memberatkan balasan atas perbuatan tersebut agar si pelaku dapat memperbaiki kesalahannya. Tetapi jika perbuatan jahat itu dilakukan berulang-ulang, maka balasan dari Allah pun akan semakin memberatkan Anda. Karena itulah, setiap Anda menyesali perbuatan jahat Anda, Islam menyarankan untuk menutupinya dengan berbuat banyak kebaikan. Insya Allah, kasih sayang-Nya akan menyelamatkan Anda seutuhnya. Janganlah khawatir jika Islam tidak memberi keadilan bagi Anda. [bersambung]

Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaaman tamman ‘ala sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqadu watanfariju bihil kurabu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihirraghaa-ibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulii lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luumillak. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Picture source : Yusuf Mansur Network

Selasa, 04 Juni 2013

MENGGALI MAKNA ISLAM bagian 1


Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaaman tamman ‘ala sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqadu watanfariju bihil kurabu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihirraghaa-ibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulii lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luumillak. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Ammaa ba’du.

Saudaraku…
Islam adalah agama kebenaran yang dinyatakan oleh Allah SWT sebagai petunjuk jalan yang lurus. Para pendahulu kita memandangnya sebagai kekuatan hidup yang kokoh, dan membuat mereka berjalan dengannya tanpa kebimbangan. Sedangkan pada era sekarang kita akan menemukan sebagian masyarakat kita  menempatkan Islam layaknya pajangan indah di atas etalase pertokoan. Ia hanya menjadi sebuah kebanggaan tanpa memberikan manfaat yang berarti bagi kehidupan mereka.

Hal ini pulalah yang belakangan ini mulai menggejala di kalangan kaum muslimin. Ketika mereka bersujud kepada Allah, pada saat itu pula mereka memalingkan hati kepada selain-Nya. Ucapan yang mengagungkan kesucian-Nya layaknya busa sabun yang keluar tanpa memberi makna yang berarti. Sehingga ketundukannya tidak lebih hanyalah sekedar kepura-puraan yang ditampilkan dengan sangat sempurna. Ketika mereka memohon kemudahan dari Allah, pada saat itu pula mereka menyandarkan harapan kepada selain-Nya. Ketika mereka dikaruniai harta yang berlimpah, pada saat itu pula mereka menyia-nyiakan harta tersebut bersama dengan syaitan yang terkutuk. Mereka bersyukur kepada Allah dengan mengkufuri-Nya. Mereka memuja utusan-Nya Muhammad Saw. dengan mengingkari sunnah-sunnahnya. Mereka memilih Islam sebagai sandaran hidup dengan menodainya.

Karena alasan inilah, maka kita perlu untuk menemukan makna Islam sekali lagi. Ini sangat penting bagi kita semua, mengingat kelangsungan hidup ini untuk seterusnya tergantung bagaimana kita menginterpretasikan makna-maknanya. Sebenarnya seruan ini tidak muncul baru ini saja, tetapi telah diserukan pula oleh Rasulullah Saw pada saat era kenabian. Artinya, ketaatan memang memiliki frekuaensi yang selalu berubah. Apa yang kita percayai sekarang mungkin akan berubah pada keesokan harinya. Begitu juga dengan wajah dunia dan syaitan yang datang kepadanya. Mungkin pada saat itu dunia tidak menawarkan kesenangan sebanyak pada era sekarang, tetapi daya hancurnya tidak kalah dengan apa yang kita hadapi sekarang. Semakin maju sebuah peradaban maka semakin maju pula teknologinya, dan ini akan semakin memberi peluang lebih leluasa bagi syaitan untuk bergerak bebas di dalamnya.

Disadari atau tidak, sesungguhnya teknologi-teknologi itulah yang seringkali membuat kita lalai mengingat Allah. Kita terlalu bergembira dengan kemudahan-kemudahan yang diciptakan-Nya, tetapi lupa bersyukur atas kemudahan-kemudahan tersebut kepada Allah. Dan kalaupun bersyukur seringkali tidak pada tempatnya, seperti dengan mengadakan pesta semalam suntuk yang sama sekali tidak memberikan nilai apa-apa, bahkan semakin menjauhkan kita dari ridha Allah SWT.

Karena itulah maka Islam harus diambil dari etalase toko manapun lalu biarkanlah ia memberikan manfaat yang luar biasa bagi dunia ini. Islam adalah nilai-nilai kebaikan yang akan mengantarkan kita kepada Allah SWT. Dan tentu saja nilai-nilai ini harus berada dalam pola gerak dan pikir yang disetujui oleh-Nya. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami menurunkan kitab (Al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih (dari syirik). …” (QS. Az-Zumar : 2-3).

Saudaraku,...
Ayat ini kembali menegaskan kepada kita tentang alasan yang mendasar mengapa kita harus menemukan makna Islam. Yaitu agar kita mampu mendapatkan sari-sari kebenarannya secara sempurna. Percayalah, bahwa jalan lurus itu tidak dapat ditempuh  dengan mengkhianati pemiliknya. Semakin jauh Anda dengan Allah maka semakin jauh pula Anda dengan kebenaran. Karena itulah, untuk mendapatkan kebenaran itu Anda harus menemukan makna-maknanya.

Penyimpangan terhadap Islam pada awalnya dimulai dari ketidakseriusan kita berpegang kepada Islam secara penuh. Dan ketidakseriusan tersebut seringkali disebabkan oleh kekurangpahaman kita tentang Islam. Ia sebagai sebuah petunjuk yang lurus selamanya adalah baik, dan Allah telah memberikan garansi yang menyakinkan tentang kesempurnaannya. Allah SWT berfirman : “…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku dan telah kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3).

Sesungguhnya Islam itu hanya akan terlihat buruk ketika setiap pemeluknya menjadi lemah terhadap syariat agamanya sendiri. Dan sejauh ini ia (Islam) hanya terlihat luar biasa ketika ia tersaji dalam ruang-ruang diskusi atau majelis-majelis dakwah. Kita terlalu bangga dengan kesempurnaan agama ini, hingga terlupa bagaimana menunjukkan kesempurnaan itu kepada dunia. Yang terjadi di masyarakat kita justru melemahkan agama ini. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, banyak sekali orang muslim yang berucap dan bertindak dengan mengatasnamakan Islam, tetapi hakekatnya mereka bergerak mundur menjauhi Islam. Mereka mengutuk, mencaci, dan merusak harta benda saudaranya yang lain karena memiliki pemahaman yang berbeda. Bahkan pada kesempatan lain kita tidak jarang menemukan orang muslim yang memiliki kecenderungan kuat kepada dunia. Apabila Anda mengingatkan mereka terhadap perhitungan Allah di  akhirat, maka yang akan Anda dengar adalah ucapan-ucapan yang menganggap sepele urusan agamanya sendiri. Sehingga pada suatu ketika ia akan benar-benar melepaskan diri dari Islam.

Yang harus kita lakukan adalah menemukan wajah Islam sebagaimana yang dipahami Rasulullah Muhammad Saw dan para sahabatnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menciptakan pemikiran yang jernih tanpa terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran yang tidak sejalan dengannya, sehingga Islam pun akan tampak sebagai agama kebenaran.

Saudaraku…
Bahasa Al-Quran memberikan pemahaman  tentang Islam menjadi dua bagian. Bagian pertama, Islam memiliki makna pasrah atau menyerahkan diri kepada Allah. Pengertian ini dapat diketahui pada firman Allah SWT berikut ini : “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kekasih-Nya.” (QS. An-Nisa:125).

Apabila kita merujuk pada pengertian ini, maka Islam menuntut Anda untuk menyerahkan seluruh jiwa raga dan kebendaan yang Anda miliki ke dalam ketetapan dan keputusan-Nya. Karena tanggungjawab Anda sebagai makhluk Tuhan yang beragama (Islam) tidak berhenti ketika Anda telah bersyahadat. Ketundukan Anda kepada Allah SWT juga tidak berhenti pada ketundukan jasad fisik Anda di atas sajadah. Tetapi lebih dari itu, Anda harus menyerahkan segala kepentingan dan tujuan-tujuan Anda kepada kehendak dan ketentuan Allah.

Menyerahkan diri kepada Allah berarti  tunduk kepada syariat-syariat-Nya, dan ketundukan ini berarti pula ketundukan terhadap utusan-utusan-Nya beserta ajaran yang dibawanya. Kesimpulannya, kalau Anda sudah mantap atau bahkan telah sekian tahun bersyahadat mengesakan-Nya, mbok yo kalau beragama itu manut dengan kehendak dan peraturan-peraturan yang sudah dibuat Allah untuk Anda. Kalau Anda seorang pejabat ya bekerjalah sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan Allah bagi Anda. Kalau Anda seorang pedagang ya carilah untung sebanyak yang Anda inginkan, tetapi jangan sampai keuntungan tersebut merugikan pihak lain. Karena sebaik-baik perdagangan adalah perdagangan yang mengikuti aturan main dari Allah. Demikian juga dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain. Pekerjaan-pekerjaan tersebut dituntut untuk selalu menyelaraskan jalan dengan ketentuan Allah SWT. Tetapi, yang kita lakukan seringkali hanyalah menyenangkan hawa nafsu kita terhadap dunia, lalu melupakan hak-hak Allah atasnya.

Selama ini kita itu kalau beragama senangnya saenake udele dewe. Yach…seperti yang sudah saya sebutkan di depan. Kita sering bersyukur kepada Allah dengan mengkufuri-Nya. Niatnya mungkin baik ingin bersyukur atas kesuksesan yang sudah tercapai, tapi kok caranya dengan menjauhi Allah. Ada yang berpesta semalam suntuk dengan perempuan dan minuman keras. Ada yang membuat perayaan besaran-besaran mendatangkan penyanyi top ibu kota. Ada pula yang pergi ke tempat sepi lalu bersekutu dengan syaitan.

Mereka itu agamanya Islam, tapi perilakunya seolah melepaskan diri darinya. Orang Islam itu tidak mungkin mabuk, karena Allah tidak menetapkan itu baginya. Orang Islam juga tidak mungkin main perempuan apalagi membuang-buang nikmat Allah untuk tujuan yang tidak memberikan manfaat sama sekali. [bersambung]

Alhamdulilaahi rabbil ‘aalamiin. Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaaman tamman ‘ala sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqadu watanfariju bihil kurabu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihirraghaa-ibu wa husnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihi washahbihii fii kulii lamhatin wanafasim bi’adadi kulli ma’luumillak. Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.


Picture source : http://www.santabanta.com