Senin, 13 April 2009

MENJADI AHLI KEBAJIKAN

Saudaraku,... Salah satu sifat Allah yang sering disebut di dalam Al-Qur’an adalah Allah Maha Adil. Allah membagi kasih sayang-Nya dengan keadilan yang paling baik. Ia memberikan kasih sayang dan kebaikan-kebaikan-Nya kepada setiap hamba-Nya tanpa pandang bulu, baik yang bersyahadat maupun yang tidak bersyahadat. Apabila Anda selalu memperoleh pertolongan-Nya, maka para penjahat dan pelaku kecurangan lainnya pun tidak jarang memperoleh kemudahan dari-Nya. Hanya yang membedakan kita dengan pelaku kecurangan tersebut adalah perlakuan kita terhadap pertolongan Allah. Mereka yang selalu bergelut dengan dosa, sama sekali tidak pernah memikirkan kemudahan dan pertolongan yang diberikan oleh-Nya. Meskipun begitu, sama sekali Allah SWT tidak pernah merugi. Begitu juga ketika Allah berkehendak agar kita berbuat kebajikan di muka bumi. Maka bersikaplah adil dalam menegakkan kebenaran-kebenaran-Nya, yaitu melakukan setiap kebajikan kepada semua orang, baik itu orang muslim maupun orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya. Hal ini menuntut kita harus keluar dari batasan-batasan yang kita buat sendiri dan menerima sepenuhnya batasan-batasan yang dikehendaki oleh Allah SWT. Terkadang memang sulit kita memberikan kebaikan kepada orang-orang yang menentang-Nya. Kita cenderung lebih menyukai berbuat baik kepada anak yatim, orang fakir atau kepada saudara kita yang lebih mampu menjaga syahadatnya. Tetapi kalau diminta berbuat baik kepada seorang maling, perampok, pezina, atau pembunuh, rasanya kita enggan untuk melakukannya. Ingatlah saudaraku! Sesungguhnya kita diciptakan Allah untuk melakukan kebaikan sebanyak mungkin dan kepada siapa saja. Karena itu, apabila Anda mampu menyantuni fakir miskin, maka Anda juga harus menyantuni saudara-saudara Anda yang tersesat dengan keimanan Anda. Mereka adalah saudara Anda seperjalanan yang juga diciptakan Allah dengan tujuan yang sama. Kalau saudara Anda tersesat jalannya atau tidak mengerti jalan yang lurus, maka kembalikanlah ia ke jalan-Nya. Kalau saudara Anda kakinya terluka sehingga tidak mampu menapak di jalan Allah dengan selayaknya, maka sembuhkanlah lukanya. Kalau saudara Anda kekurangan bekal di perjalanan, maka berbagilah dengannya. Kalau saudara Anda tidak mampu berjalan karena terlalu banyak menanggung beban, maka ringankanlah bebannya. Dan jika bantuan-bantuan Anda mereka tolak, maka serahkanlah segala urusan Anda hanya kepada Allah. Ia yang memiliki pengetahuan tidak terbatas lebih mengetahui apa yang terbaik baginya. Mungkin ia akan dikembalikan ke dalam jalan yang lurus melalui saudara Anda yang lain. Dan jika mereka masih menolak bantuan-bantuan tersebut, maka Allah SWT pasti akan meluruskannya di akhir perjalanan. Saudaraku,... Bukankah Allah sangat baik memperlakukan hamba-hamba-Nya? Setiap manusia diberi pilhan menjadi ahli kebajikan atau ahli keburukan. Dan ketika mereka tersesat, maka Allah dengan kasih sayang-Nya yang berlimpah memberikan pilihan untuk memperbaiki plihan tersebut. Dengan demikian, apabila Anda diberi kebahagian sebagai ahli kebajikan, maka bersyukurlah kepada-Nya. Lalu tetapkanlah diri Anda untuk selalu berada di jalan-Nya dengan menyebarkan banyak kebaikan kapan saja dan kepada siapa saja. Bukankah Rasulullah Muhammad Saw senantiasa berbuat baik kepada saudaranya yang mendustakan Allah dan kerasulannnya? Bukankah Rasulullah Muhammad Saw tetap mengunjungi saudaranya yang selalu bersikap jahat, saat tidak ada seorangpun yang mengunjungi dirinya? Bukankah Rasulullah Muhammad Saw selalu berbaik baik kepada manusia tanpa membedakan latar belakangnya? Tidakkah Anda berbahagia menempuh jalan yang sama dengan kekasih Allah tersebut? Tidakkah Anda berbahagia menjadi ahli kebajikan? Bergembiralah, karena Allah akan memperhitungkan semua kebaikan Anda dengan balasan yang menyenangkan. Allah SWT tidak akan membiarkan setiap kebaikan yang dikerjakan hamba-hamba-Nya, tanpa memperoleh pembalasan yang menyenangkan. Jadi tetapkanlah diri Anda dalam kebaikan-kebaikan tersebut hingga hari akhir itu tiba. Allah SWT berfirman, “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (QS. Al-Qaari’ah : 6-11) Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa melapangkan kesusahan (kesempitan) untuk seorang mukmin di dunia maka Allah akan melapangkan baginya kesusahan dari kesusahan-kesushan hari kiamat dan barangsiapa memudahkam kesukaran seseorang maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barangsipa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba yang suka menolong kawannya. ....” (HR. Muslim). Pada kesempatan yang lain Rasulullah Muhammad Saw juga bersabda, “Barangsiapa dibukakan baginya pintu kebaikan (rezeki) hendaklah memanfaatkan kesempatan itu (untuk berbuat baik ) sebab dia tidak mengetahui kapan pintu itu akan tertutup baginya.” (HR. Asyahab) Saudaraku,... Apabila Anda memiliki kesempatan untuk berbuat kebajikan, maka kerjakanlah sesegera mungkin. Janganlah menundanya hanya karena mereka yang teraniaya adalah manusia yang mundustakan Allah. Jangan pula menundanya hanya karena Anda tidak pernah mengenal mereka sebelumnya. Berbuatlah baik, saudaraku! Dan Allah SWT akan memenuhi janji untuk memberikan kesenangan kepada Anda. Amiin!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar